29 May 2017

Memandangi Indahnya Kota Majalengka Dari Paraland

“Pap, ayu turuun,” Teriak Khansa setelah turun dari mobil kakeknya.

Ya, itu karena saya tak kunjung menemaninya tapaki tanah, tangan mungilnya masih tercantel pada jemari ibunya, yang juga mengais Rendra si bungsu. Karena lambai tangannya itulah, saya yang baru beberapa hari bisa bebas dari tongkat kruk pasca kecelakaan, mau tak mau harus turun juga dari mobil.

Tap, kaki kiri saya menapak tanah di parkiran, diikuti kaki kanan yang masih berbalut perban, dan, seketika itu pula kata “Majalengka ini panas,” yang selalu bersemayam di pikiran hilang seketika. Ya, hawa di area paralayang yang sering juga disebut Paraland ini sangat sejuk! Berbeda jauh dengan hawa di sekitaran Majalengka kota.

Berada di puncak Gunung Panten, Desa Sidamukti, Kecamatan Munjul, Majalengka, area paralayang ini menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, dimana pemandangan kota Majalengka dari atas berhias hamparan sawah yang menghijau yang berselang dengan komplek-komplek perumahan terlihat jelas. Mungkin karena view yang berbeda itu lah, di sana-sini terlihat muda-mudi yang sedang asyik berfoto. Tempatnya memang instagramable!

Langsung lupa saya pada kaki yang masih terasa nyut-nyutan. Sayangnya, saat saya dan keluarga berkunjung, tidak ada seorang paragliders pun yang sedang menapaki angkasa, ditunggu sekian lama pun tidak ada yang meluncur terbang. Mungkin sedang tidak ada jadwal. Tapi tak apa, pemandangan yang tersaji di sini cukup menghibur hati meski tak melihat atraksi paralayang.
Melihat pemandangan dari puncak Gunung Panten, Paraland Majalengka
Gunung Panten sendiri merupakan sebutan untuk sebuah bukit di Kecamatan Munjul, letaknya tidak begitu jauh dari pusat kota Majalengka, hanya sekitar tiga kilometer saja. Ya, letak Paraland atau area paralayang Majalengka ini letaknya tidak begitu jauh dari pusat kota! Sehingga mudah bagi kita untuk menjangkaunya. Ini, mirip seperti area paralayang di Kampung Toga Sumedang, yang letaknya tak terlalu jauh dari pusat kota.

Untuk sampai ke lokasi, patokannya bisa dimulai dari SD munjul yang tak begitu jauh dari jalan kota/bunderan Munjul. Mengikuti alur, perlahan kita nantinya akan dibawa naik oleh alur jalan, naik menuju bukit Panten. Rutenya sekarang tidak terlalu sulit karena sudah ada mulusnya jalan yang disediakan, ini berbeda dengan sebelum ditemukannya potensi wisata di tempat ini.

Di perjalanan, jika sedang musimnya, kita bisa melihat mangga gedong gincu ranum berbuah di perkebunan mangga yang dilewati. Di sini juga orang ramai memperbincangkan tentang buah duwet/jamblang yang sudah sangat jarang dijumpai, katanya disini banyak pohon duwet dan kita bisa ikut menikmatinya. Sayang sampai pulang saya tak menjumpainya, mungkin sedang tak musim.

Dari web Majalengka Online, olahraga/wisata udara yang bisa dinikmati di sini ada dua macam yaitu Paralayang dan Gantole. Dimana untuk menikmati terbang tandem Paralayang, dipasang tarif Rp. 350.000 per pax, sedangkan untuk Gantole dikenakan biaya Rp. 450 ribu per pax.

Oh ya, ketika saya berkunjung, harga masuk atau tiket menuju area paralayang ini hanya Rp.3000 saja per orang plus parkir kendaraan. Tiketnya sendiri dibayar di bawah ketika memasuki portal. Dan, ketika akan masuk area paralayangnya kita diharuskan membayar lagi sebesar Rp.20.000 per orang.

Tapi entah sekarang entah berapa nominal yang harus dibayar untuk masuk, karena katanya harga tiket plus masuk area Paraland ini terus mengalami kenaikan.  Di sekitar area paralayang ini terdapat kafe yang menyajikan beragam kuliner. Pun tak jauh darinya, ada arena bermain anak dan berbagai faslitas yang sedang dibangun, yang sepertinya akan cukup “wah” jika sudah selesai nanti.

Mungkin sekian pengalaman saya berkunjung ke area paralayang/Paraland Majalengka, tentang harga tiket masuk, fasilitas, dan tarif olahraga Paralayang/Gantole di wisata paralayang Gunung Panten Majalengka. Semoga bermanfaat.

Blogger nubie yang seringkali mengalami insomnia di hampir setiap malamnya. Karenanya, Berbagi Ocehan, Lamunan, Obrolan, dan Racauan (BOLOR) menjadi tagline blog ini.

4 komentar

saya teh baru ngeh kalau di majalengka ada gunung bahkan jadi destinasi paralayang, padahal tiap kali saya melakukan hobiparalayang saya paling sering mah di kampung toga sesekali ke puncak, kalau di majalengka ada mah, mendingan ke Majalengka ajah atuh ah besok mah

Sayang banget yah pas kesana gak bisa liat atraksi paralayngnya, tapi liat pemandanganya menurut sayamah udah adem sih.. lokasinya memang cocok buat paralayang...

Sok atuh mang, jangan lupa bawain saya oleh-oleh mangga gedong gincu nyak?

Hiya kang adem pisan, apalagi banyak abege yang lg selpih :D tinggal pinter2 saja ngeliriknya jangan ketahuan istri hihi


EmoticonEmoticon