29 March 2017

Cara Menyelamatkan Biji Adenium

Menyelamatkan Biji Adenium
Menyelamatkan Biji Adenium
"Wah, kemana ini biji-bijinya? Buahnya keburu pecah!" Seorang ibu mengomel di suatu pagi, karena dapati buah adenium yang sudah lama ditunggu matang tuk diambil bijinya, tiba-tiba didapati sudah hancur merekah dan menghilangkan biji-biji benih yang ditunggunya. Tentu akan sangat kesal ya jika kita mengalami kejadian serupa, karena walhasil, niat mengembangbiakkan adenium secara generatif lewat biji pupus begitu saja.

Ya, Adenium atau si mawar gurun, merupakan salah satu tanaman hias yang paling digemari di Indonesia. Warna-warni bunganya yang cerah, bonggolnya yang seringkali berbentuk unik dan indah, plus perawatannya yang relatif mudah, membuat hampir semua pecinta bunga atau tanaman hias jatuh hati pada tanaman ini. Karenanya tak heran, jika ia sekarang mudah dijumpai di banyak pekarangan rumah.

Yang tak hanya sekedar suka, mereka yang sudah benar-benar jatuh hati pada tanaman ini, bahkan sudah bukan berpikir hanya untuk memeliharanya saja, tapi juga mengembiakannya, membuatnya jadi banyak. Tak hanya jadi kesenangan pribadi, itu bisa juga jadi lahan yang prospek untuk berbisnis, bukan begitu? Ya, karena Adenium ini mempunyai harga yang lumayan di pasaran. Malah yang sudah berbentuk indah, harganya bisa selangit!

Dalam memperbanyak Adenium ini, sama dengan lainnya, bisa dilakukan dengan dua cara yaitu vegetatif dan generatif. Cara-cara tersebut masing-masing punya keunggulan dan kekurangan. Tapi sekarang saya tidak akan membahas perbandingan tersebut. Di sini, sesuai dengan judul artikel dan ilustrasi di atas, saya akan mencatat tentang bagaimana cara mengamankan atau menyelamatkan biji adenium agar tak hilang begitu saja gara-gara buahnya keburu pecah.

Setelah matang, buah adenium memang dikenal gampang merekah dan pecah. Itu mengakibatkan, biji-bijinya yang ringan bisa hilang begitu saja karena beterbangan. Jika itu terjadi, raib sudah biji yang didamba. Nah agar hal tersebut tidak terjadi, sebetulnya ada cara mudah yang bisa dilakukan. Ya, caranya adalah dengan mengikat buah Adenium tersebut seperti tampak pada gambar di atas! Jangan tunggu sampai buah terlalu tua, ketika sudah seukuran kelingking, sobat bisa mengikat buah itu dengan cara melilitnya.

Dengan demikian, biji tidak akan lari ketika tiba-tiba buah Adeniumnya pecah. Itu karena, buah akan tetap mengatup karena terhalang tali. Tali untuk melilitnya pun bisa menggunakan tali apa saja, tali rafia contohnya seperti yang saya gunakan di atas. Tapi ingat, jangan mengikat buahnya terlalu kuat ya! Agar tak terganggu proses perkembangannya. Bagaimana, mudah bukan, sobat?

Blogger nubie yang seringkali mengalami insomnia di hampir setiap malamnya. Karenanya, Berbagi Ocehan, Lamunan, Obrolan, dan Racauan (BOLOR) menjadi tagline blog ini.


EmoticonEmoticon